Skip to main content

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial


Tidak ada ibu yang tidak ingin tahu tumbuh kembang anaknya. Makanya saya senang sekali saat weekend lalu berkesempatan hadir di acara Parenting Club bersama Clozette Indonesia bertema "Sudahkah Si Kecil Tumbuh Kembang Sesuai Usianya?". Acara yang bertempat di Miniapolis Playground Plaza Indonesia itu diawali dengan pemaparan dari Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), seorang Dokter Spesialis Anak Konsultan tumbuh kembang pediatri sosial, yang akrab disapa Dokter Wawan.




Percayakah kalian kalau pembentukan struktur otak anak terjadi dengan sangat cepat?  Ketika bayi lahir, sebesar 25% dari struktur otak orang dewasa telah terbentuk. Artinya, ini dipengaruhi oleh gizi dan kesehatan selama kehamilan. Lalu saat anak berusia 2 tahun, 80% struktur otaknya telah terbentuk. Saat  usia 6 tahun, struktur otaknya telah menyerupai 95% struktur otak orang dewasa. Usia 7 tahun hingga ia dewasa, hanya kurang 5% saja struktur otak yang belum terbentuk. Berarti jika kita ingin anak kita pintar di usia sekolah, maka 95%-nya yang harus distimulasi dulu alias kita asah, sehingga 5%-nya nanti tinggal menggunakan. Jadi amankan dulu anak kita di bawah 6 tahun karena strukturnya sedang berkembang hingga 95%.

Pertanyaan yang kemudian sering muncul dan mengena di hati para Ibu, di manakah saya saat anak saya berusia 2 tahun? Siapa yang membentuk 80% struktur otaknya? Andaikan di Indonesia cuti ibu melahirkan bisa diperpanjang sampai 2 tahun dan ditanggung negara, ya. Supaya ibu-ibu bekerja juga bisa mendampingi anak-anaknya di masa keemasan perkembangan, ibu dapat meluangkan waktu setiap hari untuk menstimulasi anaknya dan berada di sisi anaknya dalam memberikan stimulasi.

Dalam pemaparannya, Dokter Wawan menekankan bahwa tumbuh kembang anak dapat menjadi semakin optimal jika orang tua berpartisipasi aktif dalam kegiatan si Kecil. Hal ini disebabkan karena kemampuan anak ditata secara sistematis dan bertahap seiring dengan tahapan usianya. Perkembangan si Kecil terjadi sejak ia berada dalam kandungan hingga usia 18 tahun. Begitu anak lahir, ada 3 kemampuan utama yang harus dikembangkan, yaitu melihat, mendengar, dan meraba. Ketiga kemampuan tersebut yang harus terbentuk di otak anak dengan sangat baik hingga usia 1 tahun. Begitu ketiga kemampuan ini terbentuk di otaknya, artinya kita sudah membentuk 4 aspek perkembangan dasar untuk anak di bawah 6 tahun, yaitu motorik kasar, motorik halus, bicara bahasa, dan personal sosial.


1.    Motorik Kasar
Aspek motorik kasar adalah kemampuan anak untuk mengembangkan aktivitas yang menggunakan kekuatan otot-otot besar penyangga tubuhnya. Contoh aktivitasnya seperti duduk, berdiri, jalan, dan aktivitas lain yang menggunakan kekuatan.
2.    Motorik Halus
Aspek motorik halus adalah kemampuan anak dalam hal mengembangkan keterampilan yang membutuhkan koordinasi antar otot-otot kecil, yang juga melibatkan fungsi indera. Misalnya meraih barang di meja, memegang pensil, dan sebagainya.
3.    Bicara Bahasa
Aspek bicara bahasa merupakan keterpaduan antara kemampuan anak untuk memahami berbagai informasi yang didapatkan dari lingkungannya dengan kemampuannya untuk mengekspresikan ide dan keinginannya secara verbal atau melalui kata-kata. Jadi komponennya bukan hanya kemampuan anak bisa bicara saja, tapi juga anak bisa mengerti dan merespons.
4.    Personal Sosial
Aspek personal sosial adalah kemampuan anak untuk mengembangkan berbagai aktivitas kemandirian sebagai hasil dari pengalaman berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Misalnya makan sendiri menggunakan sendok, mencuci tangan, memakai atau melepas baju sendiri, dan sebagainya.




Keempat kemampuan ini tidak bisa dipisahkan, karena satu sama lain saling terkait dan saling membutuhkan. Misalnya saat anak kita bisa menggosok gigi sendiri, itu termasuk kemampuan personal sosial. Tapi anak kita bisa berdiri saat menggosok gigi adalah motorik kasar, anak kita bisa mengambil sikat giginya sendiri, itu adalah kemampuan motorik halus. Anak bisa mengerti perintah orang tua untuk meggosok giginya, itu adalah kemampuan bicara bahasa. Jadi anak kita butuh semuanya.

Empat kemampuan dasar di atas nantinya ketika di atas 6 tahun akan membentuk 2 kemampuan yang paling diinginkan orang tua, yaitu cerdas dan berperilaku baik. Jadi anak yang cerdas dan berperilaku baik adalah hasil akhir dari sebuah tatanan yang sudah kita bentuk sejak di dalam kandungan. Sinergisme antara keempat aspek perkembangan dasar perkembangan si Kecil secara nyata dalam kehidupan sehari-hari akan tampak sebagai 3 kepintaran, yaitu kepintaran Akal, Fisik, Sosial.

1.    Akal
Merupakan cerminan dari kemampuan si Kecil dalam hal mensinergikan berbagai aspek perkembangan dasar menjadi sebuah cara untuk merespons rangsangan dari lingkungan sekitarnya, dan mengembangkan pemahaman yang akan dipergunakan sebagai cara untuk menyatakan ide dan keinginannya, serta mengembangkan berbagai alternatif strategi untuk mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi.
2.    Fisik
Adalah kemampuan si Kecil untuk memadukan berbagai aspek perkembangan dasar yang membuatnya mampu untuk melakukan pergerakan tubuh atau aktivitas fisik yang sesuai dengan yang diinginkannya sengan menggunakan kekuatan dan keseimbangan tubuhnya, dan terkadang diperlukan keberanian.
3.    Sosial
Merupakan hasil perpaduan berbagai aspek perkembangan dasar sehingga anak mampu mengembangkan kemampuannya dalam hal berinteraksi sosial dengan berbagai benda, makhluk hidup, atau individu di lingkungan sekitarnya. Kemampuan interaksi ini dapat berupa aktivitas meniru berbagai informasi yang dilihat atau didengar, atau dapat berupa komunikasi verbal dua arah.
Setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam mensinergikan ketiganya. Pembentukan dan pengembangan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial melalui proses yang panjang dan satu sama lain tidak boleh dipisahkan karena mereka saling membutuhkan. Suatu jenis kepintaran tertentu sangat membutuhkan dua kepintaran yang lainnya. Untuk itu, anak diharapkan menguasai ketiga kepintaran ini dengan sama baiknya. Kita perlu mengupayakan sinergisme antara ketiga kepintaran tersebut. Karena jika sinergi, maka outcome terakhir akan kita dapatkan adalah anak yang cerdas dan berperilaku baik.

Nah, bagaimana cara kita memantau anak kita di setiap perkembangannya?
Pemantauan Akal, Fisik, dan Sosial adalah upaya untuk mengetahui kemampuan anak dalam memadukan semua aspek perkembangan dasar menjadi kepintaran bidang tertentu yang sesuai dengan tahapan usianya. Pemantauan dilakukan untuk ketiga jenis kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial secara komprehensif. Pemantauan juga untuk mengetahui seberapa besar sinergisme antar ketiga jenis kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial.
Syarat-syarat pemantauan itu harus dilakukan:
1.      Rutin
Untuk mengetahui perubahan kemampuan anak di setiap tahapan usianya
2.      Dini
Kepintaran di usia awal akan membentuk kepintaran di usia selanjutnya. Contohnya anak bisa berlari jika sebelumnya bisa berjalan, sebelumnya berdiri, dan sebelumnya lagi bisa duduk. Jadi pemantauan harus dilakukan dari awal.
3.      Reguler & kontinyu
- Lahir s.d. usia 1 tahun  : setiap bulan
- 1-2 tahun                         : setiap 3 bulan
- 2-6 tahun                         : setiap 6 bulan
- di atas 6 tahun                : setiap 1 tahun, biasanya setiap naik kelas

Pemantauan dilakukan dalam aktivitas sehari-hari secara natural, dan wajib terdokumentasi. Nah, dokumentasi ini adalah saran penting, karena begitu terdokumentasi, orang tua jadi bisa tau strategi stimulasi untuk setiap anak. Tidak perlu dibandingkan dengan anak lain, karena setiap anak punya stimulasi spesifik paling tepat untuk si kecil sehingga tumbuh kembangnya senantiasa optimal.

Yuk kenali apa itu stimulasi?
Kata ini tentunya sudah sangat kita kenal. Nah kali ini kita masukkan dalam konteksi sinergisme Akal, FIsik, dan Sosial seorang anak. Stimulasi adalah kegiatan interaktif antara orang tua dan anak supaya anak mendapatkan pengalaman belajar menguasai kemampuan tertentu.
Ketika pulang dari tempat kerja dan membelikan anak mobil-mobilan, lalu sampai di rumah kita berikan mainan tersebut ke anak tapi kita asyik baca koran atau main handphone, maka itu bukan stimulasi. Stimulasi adalah interaktif, di mana si kecil menangkap berbagai informasi yang diberikan orang tuanya melalui panca inderanya. Anak perlu didampingi supaya ia tau mobil-mobilan tersebut berwarna kuning, rodanya berjumlah empat, dan sebagainya.
Anak membutuhkan kita, untuk memberikan pengalaman sensoris, menginputkan informasi di panca inderanya. Informasi tersebut akan disalurkan ke otak anak, diterima sel otak anak, akan dipergunakan untuk membentuk mengembangkan memperluas jaringan sirkuit otak anak. Jadi jangan dipandang bermain dengan anak itu hanya bermain, itu adalah brain development
Bagaimana sebaiknya stimulasi diberikan?
Stimulasi harus dilakukan sehari-hari, dengan cara:
  1. Berlandaskan rasa cinta dan kasih sayang
  2. Menyenangkan dan tidak memaksa
  3. Selama aktivitas pengasuhan alami sehari-hari
  4. Alat bantu permainan yang sederhana dan aman
  5. Anak laki-laki sama dengan anak perempuan
  6. Diberikan dengan frekuensi yang rutin dan reguler
  7. Bertahap sesuai usia sesuai kemampuan
  8. Diberikan dalam bentuk dan jenis yang dapat mengembangkan 3 kemampuan Akal, Fisik, dan Sosial
Orang tua hendaknya mengetahui tingkat perkembangan anaknya dulu sebelum memberikan stimulasi. Mungkin terlihat membingungkan, tapi tidak setelah saya mencoba Kalkulator Akal Fisik Sosial dari Parenting Club.

Kalkulator Akal Fisik Sosial dari Parenting Club
Parenting Club menghadirkan Kalkulator Akal Fisik Sosial sebagai sarana penunjang untuk membantu para ibu mengetahui apakah tumbuh kembang si Kecil sudah sesuai dengan tahapan perkembangan untuk usianya atau belum. Dalam acara kemarin, Parenting Club Indonesia mengajak para ibu yang hadir untuk mencoba langsung Kalkulator Akal Fisik Sosial dan mendapatkan hasil serta rekomendasi stimulasi yang sesuai untuk mengembangkan sinergi Akal Fisik Sosial si Kecil.




Alhamdulillaah ternyata hasil Kiandra 100% Akal, 100% Fisik, dan 100%Sosial. Artinya tumbuh kembangnya sesuai dengan umurnya saat ini. Meskipun sudah 100% sinergis, tapi kita sebagai orang tua wajib untuk terus menstimulasi agar tumbuh kembangnya tetap sesuai dengan umurnya seterusnya. Nah di Kalkulator Akal Fisik Sosial ini kita bisa mendapatkan rekomendasi stimulasi yang bisa kita lakukan sendiri di rumah bersama si Kecil.

Buat kalian yang penasaran, silakan coba langsung dengan registrasi terlebih dahulu di website ParentingClub dan mencoba Kalkulator Akal Fisik Sosial ini. Jika sudah mencoba fitur ini, Mam juga bisa mengikuti review kontes Kalkulator AFS, yang berlangsung dari 7 Januari - 28 Februari dan detailnya bisa lihat di sini. Jangan kecil hati jika hasilnya menyatakan sinerginya masih kalah dibanding anak lain. Tidak, ini bukan soal kalah atau menang, tapi sesuatu yang tepat yang kita lakukan dalam keseharian.
 

 


Membentuk anak itu nggak gampang banget, ya. Kita harus selalu mendampingi tumbuh kembang si Kecil agar memenuhi potensi Akal, Fisik, dan Sosialnya secara optimal ya, Mam! Stimulasi bukan hanya untuk menormalkan yang belum normal, tapi supaya anak kita bisa menjadi the best version that he could be. Terima kasih Wyeth Nutrition, Parenting Club, dan Clozette Indonesia sudah mengadakan acara ini. Semoga tidak hanya bermanfaat untuk saya, tapi juga bermanfaat untuk para orang tua lainnya yang membaca ini.

Love,


#ClozetteIDxParentingClubID #ParentingClubID #KalkulatorAFS

Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…