Skip to main content

Skincare Selama Hamil

Rewrite from September 11, 2016


Berhubung ada beberapa yang nanya, jadi aku mau sharing skincare yang aku pakai selama hamilBanyak banget yang bilang selama hamil ini wajahku kelihatan glowing, sampai dikira anak dalam kandunganku perempuan.


Fortunately selama hamil ini mukaku anteng banget, paling ada jerawat 1-2 tapi itupun jarang. Padahal sejak SMA, kulit wajahku udah bermasalah dengan jerawat dan nggak pernah lepas dari dokter. Tapi sejak tau hamil, aku dilarang pakai obat/perawatan kulit wajah sama dokter kandunganku karena khawatir ada ingredients yang bahaya bagi janin. Akhirnya aku stop semua perawatan kulit dan beralih hanya menggunakan sabun cuci muka serta serum dan toner berbahan organik merk Sensatia Botanicals

Awalnya beli merk itu cuma coba-coba karena dijual di sebuah online shop yang khusus jual perawatan kulit bumil, karena cocok aku terusin aja. Untuk sabun, shampoo, lotion, dan deodorant, sebetulnya aku nggak pernah fanatik pakai produk organik. Tapi yang namanya hamil anak pertama, pasti ingin mengusahakan yang terbaik untuk anaknya hehe. Produk-produk ini juga awalnya aku beli di online shop, tapi ternyata lebih murah beli di supermarket deket kantor.

Lastly, yang paling jadi momok bagi bumil, anti stretch mark! Ini 3 produk yang aku coba, walaupun akhirnya di bulan ke-8 tetap muncul stretch mark (karena bakat alias keturunan), tapi aku percaya kalau nggak dirawat pasti muncul lebih banyak. Aku paling suka sama Mustela tapi harganya emang paling mahal, wanginya enak dan nggak lengket. Kedua aku suka sama Bio Oil, katanya Bio Oil ini salah satu dari Top 10 Beauty Secret-nya Kim Kardashian lho! Aku pakainya di malam hari karena cukup lama meresapnya jadi kalau pagi-pagi aku musti segera berpakaian bisa nyeplak berminyak di baju.

Hope this helps!



Love,

Comments

  1. Mb belinya di supermarket mana yah? Saya lagi nyari2 soalnya. Kalo lewat olshop mahal bgt

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial