Skip to main content

Pregnancy Post: 37 Weeks

Rewrite from September 9, 2016



Assalamu'alaikum Adik...

Semalam Mamas&Papas nengokin kamu yang udah 37 minggu dalam kandungan. Karena minggu lalu berat kita nggak naik, jadi dokter minta Mamas untuk cek darah. Ternyata kadar fibrinogen dan D-dimer Mamas tinggi. Itu yang menyebabkan aliran supply makananmu terganggu. Minggu ini beratmu naik hanya sekitar 100gr, walaupun pengukurannya kurang akurat karena posisi Adik sulit diukur. Akhirnya Mamas dikasih pengencer darah yang harus diminum setiap hari.

Posisi kepala Adik juga masih mendongak, jadi Mamas harus rajin jalan pagi 30 menit supaya kepalamu turun sempurna. Minggu depan Mamas&Papas tengokin lagi ya... Semoga Adik udah tambah besar dan posisi Adik udah masuk sempurna ke jalan lahir. Otherwise, kalau berat Adik nggak nambah banyak dan air ketuban makin berkurang, Adik harus dilahirkan... Supaya cepat mendapat asupan di luar. Apapun keputusannya nanti, kita sama-sama pasrah dan percaya datangnya pertolongan Allah melalui Dr. Syarief ya, Dik...


Love,

Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial