Skip to main content

Detik-detik Menjelang Kelahiran Adik

Rewrite from September 15-18, 2016



September 15, 2016


Today marks the 38th week you've been staying safe and sound in Mamas' tummy. This morning we woke up with such a mixed feeling; curiosity and excitement and nervousness that your arrival may be any moment today or tomorrow.

Tonight we're having an appointment with doctor, and we might find out your clue, Adik. Whatever it will be, we'll never think that it is the doctor's decision, we believe that it is your choice. Thank you for trusting us to be your parents and take care of you, and now we trust you to choose.



September 16, 2016


Adik ternyata masih betah di dalem perut Mamas...
Semalem kita kontrol. Kaget juga pas cek berat badan ternyata Mamas turun 0,5kg dan tensi rendah 96/63, dan pas di-USG berat badan Adik juga nggak ada kenaikan signifikan. Karena air ketuban Mamas juga mulai menipis, akhirnya kita diminta untuk CTG (cardiotocography). Kata Eyang dokter, tujuannya untuk melihat tingkat kesejahteraan bayi di dalam kandungan melalui pengecekan fetal heartbeat dan kontraksi. Alhamdulillaah hasilnya baik, Adik masih aman di dalam perut Mamas dan nggak perlu urgent dilahirkan. Hari Sabtu kita CTG lagi ya, Dik... Allah sudah mengatur semuanya, kita bertiga nikmatin prosesnya ya.



September 17, 2016


Adik... Pagi ini kita ke Bunda tapi kali ini sama eyang dokter kita nggak boleh pulang lagi. Habis cek CTG, Mamas diperiksa dalam ternyata udah pembukaan 2-3. Kontraksi juga udah ada tapi belum kuat, dan air ketuban makin menipis (di angka 7). Kita udah mulai diinfus induksi, disuntik pematangan paru, dan diobservasi oleh bidan. Harapannya Mamas mulai mules, kontraksi makin kuat, dan 15 menit sekali mbak bidan yang baik ngecek kontraksi Mamas, detak jantungmu, dan ngatur tetesan induksinya, makin lama makin kuat dosisnya Dik. Mudah-mudahan dilancarkan prosesnya oleh Allah. Bismillaahirrahmaanirrahiim.



Infus induksi sudah habis 1 kantong tapi pembukaan Mamas belum nambah, kontraksi sudah makin kuat akibat induksi tapi lama-lama turun lagi karena efek induksi habis. Infus induksi tidak ditambah tapi diganti infus nutrisi. Dari hasil CTG dan observasi, kita rencana di-caesar besok pagi jam 10.00. Sekarang kita pindah ke kamar rawat inap supaya Mamas Papas bisa istirahat dulu. Hihihi ini Mamas masih ikhtiar Dik, lunjak-lunjak di gym ball jam 22.21. Insya Allah diberikan jalan terbaik untuk kita ya, Dik.

Mohon doa agar hari bahagia kami bertiga berjalan lancar dan dilindungi oleh Allah SWT, Aamiin yarabbal'aalamiin.


September 18, 2016 08.10 am


Jam-jam terakhir Mamas menikmati gerakanmu dari dalam kandungan. Insya Allah jam 09.00 kita turun ke ruang operasi untuk persiapan caesar jam 10.00.

"Ya Tuhanku, permudahkanlah dan jangan Kau sukarkan karena Engkaulah Yang Maha Memudahkan, segala yang susah adalah mudah bagi-Mu, Ya Allah, sempurnakanlah dengan kebaikan, dengan rahmat-Mu, Ya Arhamar Rahimin."



Love,

Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial