Skip to main content

Prenatal Yoga at Union Yoga

Rewrite from June 18, 2016


"It is the most powerful creation to have life growing inside of you, there is no bigger gift."

Mau sharing tentang pengalaman pertama prenatal yoga-ku! Sebelum hamil, aku pernah beberapa kali mengikuti kelas yoga, tapi itu udah lebih dari setahun yang lalu. Awalnya tergerak untuk mulai yoga sejak badan mulai sakit-sakit dan mudah capek. Ditambah pertanyaan dari beberapa saudara yang menanyakan udah mulai senam hamil belum? Udah nyobain yoga belum? Hypnobirthing? Udah persiapan apa aja? Yang semuanya aku jawab: 'belum'.


Akhirnya weekend lalu memutuskan untuk mulai prenatal yoga. Sebetulnya ada beberapa tempat yang ingin aku coba, jadi aku belum berani langsung mengambil paket beberapa pertemuan sekaligus. Aku pengen nyoba beberapa tempat sampai terpilih tempat yang paling sreg, baik dari sisi harga, lokasi, tempat/suasana, dan pengajar.

Overall pengalaman prenatal yoga-ku kemarin oke banget. Studio dan fasilitasnya bagus dan size kelasnya nggak terlalu gede, jadi pengajarnya bisa merhatiin tiap muridnya dengan cukup detail. Tapi lokasinya memang lumayan jauh dari rumah hehe.

Selesai yoga, badanku seger banget. Karena gerakannya fokus ke peregangan, jadi bisa narik otot-otot badanku yang rasanya udah kusut selama hamil ini. Tapi malamnya aku sempat ngerasa pegel terutama di bagian sendi-sendi, kemungkinan karena aku memang nggak pernah olahraga. Keesokan harinya pas bangun alhamdulillaah udah sembuh.

Janji deh bakal rajin ikutan kelas yoga! Terima kasih untuk suamiku udah bersedia nganter dan nungguin!


Love,

Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial