Skip to main content

Pregnancy Post: We Found Out You are On The Way

Rewrite from April 30, 2016

Pengalaman pernah gagal sebelumnya (baca di sini) membuat kami nggak seketika senang saat membaca hasil ini.

Sejak menikah, saya dan Adrie nggak pernah menunda untuk memiliki anak. Makanya waktu kehilangan calon anak kami, sedih dan terpuruknya luar biasa. Setiap bulan saya selalu dirundung perasaan cemas ketika mendekati jadwal haid. Moga-moga nggak 'keluar', harapku. Bahkan saking inginnya hamil, baru telat sehari-dua hari saja saya sudah test pack. Kalau hasilnya negatif? Kecewa, menangis. Berkali-kali saya alami sampai Adrie bilang stop, nggak usah test pack-test pack lagi.

Sampai tiba saatnya saya terlambat haid lagi. Saya minta izin ke Adrie untuk test pack, tapi masih juga dilarang olehnya. Saya tahu dia nggak ingin saya down dan kecewa lagi. Akhirnya kami sepakat untuk melakukan test pack jika saya masih juga belum haid sampai 2 minggu.

Lamaaa sekali menunggu 2 minggu itu berlalu. Penasaran, berharap, tapi takut kecewa. Sampai akhirnya 2 minggu itu berlalu. Test pack paling baik dilakukan menggunakan urine pertama di pagi hari karena ada hormon tertentu yang terkandung di dalamnya. Malam sebelum test pack itu, Adrie mengingatkan saya untuk menata hati, harus siap untuk melihat apapun hasilnya. Dan test pack yang masih saya simpan sampai sekarang itu, menunjukkan dua garis. Ya, saya positif. Tapi apakah saya benar-benar hamil? Kami belum tahu pasti. Hingga kemudian kami memutuskan untuk konsultasi ke dokter...




Love,

x

Comments

Popular posts from this blog

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah wedding day ? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang. Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan  dan  Istje Seserahan . Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality. Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement , ada banyak banget pilihan kotak seserahan. Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg

Wedding Venue: Sasana Kriya

Kata orang, hal pertama yang harus dilakukan dalam mempersiapkan pernikahan adalah booking gedungnya. Alasan pertama adalah cari gedung pernikahan di Jakarta memang susah, kurang lebih harus booking dari satu tahun sebelumnya. Kedua, setelah booking gedung, biasanya kita akan lebih terpacu untuk mempersiapkan kelengkapan lainnya, karena tanggal pernikahan  sudah fix . Pertama-tama saya, Adrie, dan keluarga mulai memperkirakan jumlah tamu yang akan diundang, estimasinya adalah 1200 undangan alias 2400 tamu. Huge , right ? Kenapa bisa segitu banyak? Selain karena memang kolega dari orang tua saya yang cukup banyak, teman-teman sekolah dan komunitas-komunitas yang saya ikuti, juga karena pihak calon suami saya memilih untuk tidak ngunduh mantu , sehingga jumlah undangan untuk pihak Adrie pun cukup banyak. Kami mendata gedung-gedung mana saja di Jakarta yang cukup representatif dan bisa memuat 2400 hingga 3000 tamu. Beberapa pilihan kami antara lain adalah Balai Samud

Lamaran Neysa & Adrie

Selamat tahun baru 2015!!! Lama tidak membuka blog ini. Beberapa hari belakangan baru terpikir, selain untuk mendokumentasikan persiapan ini itu, saya juga ingin berbagi kepada sesama bride-to-be mengenai my wedding preparations . Mungkin karena saya anak pertama, dan kakak-kakak sepupu saya jarak umurnya cukup jauh, kadang saya merasa clueless dalam menyiapkan pernikahan. Saya juga harus berusaha lebih dengan cari info, browsing , tanya sana sini :) Dan pengetahuan dan ilmu yang sudah saya dapat ini ingin saya share supaya nggak hilang dimakan waktu melalui blog ini. Post pertama di tahun 2015 ini adalah tentang acara lamaran saya dan Adrie yang diadakan pada tanggal 13 September 2014. The preparations ...  Marlene Hariman did my makeup   My DIY bridal robe bertuliskan "Bride-to-be" Kebaya warna mint yang udah lama tersimpan di lemari akhirnya kepakai juga :) Dikombinasi dengan sarung jumputan Palembang, tanah kelahiran Papa.