Skip to main content

Pregnancy Post: 24 Weeks

Rewrite from June 12, 2016

Alhamdulillaah puasa sampai hari ke-6 kemarin lancar. Sampai sekarang rasanya masih sama kayak puasa 'sendiri', tapi kalo perut udah kosong jadi kerasa banget kalo si Adik nendang. Kuncinya makan tetep 3x sehari: sahur, buka puasa & sebelum tidur. Minum juga harus 8 gelas, 3 gelas pas sahur & 5 gelas dari buka sampai tidur.

Dua hari kemudian Mama kontrol ke dokter untuk lihat perkembangan Adik.




Ini toh kaki Adik yang suka nendangin Mama? Alhamdulillaah kemarin udah bisa lihat jari-jari tangan dan kaki Adik yang insya Allah sempurna...
Semalam habis kontrol dokter dan ternyata banyak PR-nya.  Karena saya punya bakat PCO dokter tegas banget kalau berat badan saya maksimal naik 2kg/bulan. Bulan ini nggak disangka saya naik 4kg! Tapi sayangnya berat Adik cuma naik 200gr, dari semula 450gr jadi 650gr. Padahal bulan ini diharapkan beratnya udah mencapai 700-800gr. Ibaratnya apa yang Mama makan nggak bisa Adik serap karena kurang bergizi untuk Adik, jadi larinya ke Mama semua. Alhasil saya wajib ngurangin makan karbohidrat, minuman manis, cokelat, junk food, serta perbanyak buah dan sayur.
Dokter menyarankan saya nggak berpuasa dengan tujuan menjaga pola makan. Bagi penderita PCO sendiri, kenaikan berat badan yang terlalu tinggi bisa memicu keguguran, kelahiran prematur, dan keracunan kehamilan (Na’udzubillahi mindzalik). Makanan yang disarankan untuk dikonsumsi oleh dokter di antaranya brokoli, buah naga merah, tomat, dan telur.
I felt really bad last night, but your Daddy and I promised to do our best for you, Adik. Kalau ada saran gimana naikin berat badan baby tapi nggak lari ke ibunya boleh yaa di-share 😊


Love,



Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial