Skip to main content

Lebaran 2017

Kami bertiga dengan tema monochrome.

Post pertama setelah saya kembali adalah cerita tentang libur lebaran kemarin. Oh iya, sebelumnya perkenankan saya dan keluarga mengucapkan:

"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja'alanallahu minal aidin wal faizin."
Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang.

Alhamdulillaah ini lebaran pertama kami bertiga. Pengalaman mudik yang menyenangkan dan lancar, mungkin karena sebelumnya kami sudah beberapa kali 'pemanasan' bepergian naik pesawat dengan Kiandra.

Kiandra dengan baju koko dan kopyahnya.
Tentunya saya tidak ingin ketinggalan Sholat Ied tahun ini. Sempat ragu-ragu gimana caranya sholat sambil membawa bayi 9 bulan ini ya? Dengan berbekal sajadah, kain bedong untuk alas, serta mainan dan makanan, saya nekad mencoba! Hehe. Rakaat pertama lancar, walaupun wajah Kiandra terlihat mulai nggak nyaman atau takut melihat orang-orang di sekitar bergerak berdiri-duduk-berdiri dengan mukena. Saat rakaat kedua, tangisnya sudah nggak terbendung lagi. Mulai dari 'membik-membik' yang bikin saya gemes dan nggak tega, sampai akhirnya menangis lumayan kencang. Akhirnya di tengah-tengah surat Al-Fatihah saya ambil Kiandra dan menggendongnya sepanjang sholat. Pengalaman pertama yang berkesan, walaupun ada drama tapi saya lega sekali karena bisa ikut mendirikan sholat Ied.

Kiandra menerima angpao dari Titi.
Ini juga pengalaman Kiandra dapat angpao dari eyangnya. Bingung nih belum dibelikan apa-apa, abis anaknya belum bisa nyebut pengennya apa? Hehehe.

Semoga tahun depan kami dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri dalam keadaan sehat dan bahagia seperti tahun ini. Insya Allah <3<3

Mohon maaf lahir dan batin semua! :)

Comments

Popular posts from this blog

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah wedding day ? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang. Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan  dan  Istje Seserahan . Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality. Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement , ada banyak banget pilihan kotak seserahan. Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg

Wedding Venue: Sasana Kriya

Kata orang, hal pertama yang harus dilakukan dalam mempersiapkan pernikahan adalah booking gedungnya. Alasan pertama adalah cari gedung pernikahan di Jakarta memang susah, kurang lebih harus booking dari satu tahun sebelumnya. Kedua, setelah booking gedung, biasanya kita akan lebih terpacu untuk mempersiapkan kelengkapan lainnya, karena tanggal pernikahan  sudah fix . Pertama-tama saya, Adrie, dan keluarga mulai memperkirakan jumlah tamu yang akan diundang, estimasinya adalah 1200 undangan alias 2400 tamu. Huge , right ? Kenapa bisa segitu banyak? Selain karena memang kolega dari orang tua saya yang cukup banyak, teman-teman sekolah dan komunitas-komunitas yang saya ikuti, juga karena pihak calon suami saya memilih untuk tidak ngunduh mantu , sehingga jumlah undangan untuk pihak Adrie pun cukup banyak. Kami mendata gedung-gedung mana saja di Jakarta yang cukup representatif dan bisa memuat 2400 hingga 3000 tamu. Beberapa pilihan kami antara lain adalah Balai Samud

Lamaran Neysa & Adrie

Selamat tahun baru 2015!!! Lama tidak membuka blog ini. Beberapa hari belakangan baru terpikir, selain untuk mendokumentasikan persiapan ini itu, saya juga ingin berbagi kepada sesama bride-to-be mengenai my wedding preparations . Mungkin karena saya anak pertama, dan kakak-kakak sepupu saya jarak umurnya cukup jauh, kadang saya merasa clueless dalam menyiapkan pernikahan. Saya juga harus berusaha lebih dengan cari info, browsing , tanya sana sini :) Dan pengetahuan dan ilmu yang sudah saya dapat ini ingin saya share supaya nggak hilang dimakan waktu melalui blog ini. Post pertama di tahun 2015 ini adalah tentang acara lamaran saya dan Adrie yang diadakan pada tanggal 13 September 2014. The preparations ...  Marlene Hariman did my makeup   My DIY bridal robe bertuliskan "Bride-to-be" Kebaya warna mint yang udah lama tersimpan di lemari akhirnya kepakai juga :) Dikombinasi dengan sarung jumputan Palembang, tanah kelahiran Papa.