Skip to main content

KEMBALI

Hai!

Setelah hampir 2 tahun nggak mengisi blog ini, finally today I’m back again!
Keinginan untuk menulis lagi muncul ketika Mbak Trinity, author The Naked Traveler, datang ke kantor saya untuk mengisi acara sharing session.

“Kalau kita nggak nulis, kita bakal hilang dimakan sejarah”, itu kalimatnya yang terngiang di pikiran saya.

Beberapa teman juga sempat bertanya kepada saya, kenapa nggak bikin blog? Karena selama ini saya suka sekali sharing di media instagram, dan alhamdulillaah banyak yang merasa terbantu. Tapi kalau mengandalkan instagram saja, kadang-kadang sulit mencari informasi yang diperlukan terutama kalau post-nya sudah lama.

Saya sendiri pun merasakan manfaat dari membaca blog-blog orang. Ketika bingung atau khawatir akan isu-isu tertentu, hal pertama yang saya lakukan pasti googling, dari sana kemudian menemukan dan masuk ke blog yang pernah menulis tentang informasi yang saya butuhkan.

Sama seperti ketika saya memulai instagram @myweddingprep, tujuan saya meneruskan menulis blog ini adalah untuk membantu dan sharing dengan siapapun yang mungkin menemukan blog saya ini. This blog will feature mostly about my life as a mom, worker, and everything in between.


Semoga bermanfaat 😊

Much love,

Neysa

Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial