Skip to main content

Kampung Jawa, Resto Masakan Rumahan yang Instagrammable

Setiap pulang ke Jogja, selalu ada aja tempat atau resto baru yang lagi hype. Nah jenis restoran yang lagi menjamur di Jogja saat ini adalah resto dengan konsep bangunan tradisional dengan menu masakan rumahan khas Jawa. Mudik lebaran kemarin, saya menyempatkan untuk mampir mencoba resto yang masih cukup baru, Kampung Jawa.

Untuk menghindari antrian dan tempat yang terlalu ramai, saya datang saat jam sarapan sekitar jam 08.00 pagi. Surprisingly, di Minggu pagi yang notabene masih libur lebaran tersebut, hanya ada 3 rombongan keluarga yang datang termasuk saya. 




Resto ini menempati lahan yang cukup luas, terdiri dari 1 rumah induk di depan dan halaman belakang yang luas berisi gubug-gubug kayu dan tanaman hijau yang menyegarkan mata. Maklum, sehari-hari biasa sarapan di depan laptop di meja kantor. Hehehe.



Kami duduk di salah satu gubug di bagian belakang. Setelah mendapat tempat, kami mendatangi rumah induk di depan untuk mengambil makanan. Semua menunya sudah terhidang prasmanan. Piringnya menggunakan piring kaleng khas jaman dulu. Yang unik, di sini ada nasi jagung. Hmm, rasanya enak!






Setelah selesai mengambil makanan, kami kembali ke gubug dan memesan minuman ke waiter yang berlalu lalang, saya pesan teh manis hangat. Rasa makanannya oke, tapi bagi yang nggak suka pedas harus berhati-hati karena makanan di sini sebagian rasanya pedas. Saya mengambil balado terong, makanan favorit saya, yang warnanya merah menyala tapi ternyata rasanya nggak pedas. Sayur oseng labu siam yang penampakannya pucat, malah pedesnya luar biasa.





Setelah selesai makan, saya dan Kiandra berfoto-foto di beberapa spot yang instagrammable. Teman saya menyebutnya La Laguna van Jogja :D karena kursi-kursi di sini mengingatkannya pada La Laguna, Bali. Katanya, berkunjung ke sini lebih bagus saat sore hari karena kita bisa menikmati sunset. Overall, tempat ini recommended untuk yang ingin mencari tempat makan di Jogja dengan suasana santai dan menu makanan rumahan.






See you again, Jogja!





Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial