Skip to main content

Souvenir Pengajian dan Siraman

Setiap cari ide untuk souvenir, saya pasti mencari yang bermanfaat bagi yang nanti mendapatkannya. Souvenir pengajian identik dengan buku-buku doa, kerudung atau pashmina, atau ada pula yang memberikan bros, karena pada umumnya yang hadir adalah ibu-ibu. Sedangkan untuk siraman, biasanya orang mencari yang berhubungan dengan mandi, karena siraman itu sendiri berasal dari bahasa Jawa 'siram' yang berarti mandi. Biasanya, souvenirnya tidak jauh dari handuk, shower puff, sabun, shampoo, body lotion, dll. Karena pengajian dan siraman adalah suatu rangkaian acara dan tamu undangannya sama, maka saya menjadikan souvenir pengajian dan siraman ini menjadi satu kesatuan.

Selain buku pengajian (yang saat ini masih dalam tahap produksi), saya juga menyiapkan sajadah lipat. Menurut saya cukup unik, praktis banget untuk dibawa kemana-mana karena bisa dilipat jadi tas. Selain itu masih jarang yang punya. Dan harapannya semoga setiap ada yang sholat dengan sajadah ini, saya dan keluarga kecipratan pahalanya, aamiin :)

Tadinya, untuk souvenir yang bertema siraman, saya berencana membeli botol-botol plastik yang akan saya isi dengan sabun cair, lalu saya customize dengan stiker bertulisan Neysa & Adrie. Tapi ternyata saya merasa sudah nggak punya banyak waktu untuk mengurusi perintilan seperti itu. Nggak sengaja, saat saya sedang berbelanja sajadah lipat, saya menemukan sabun sereh seperti ini.
Saat saya browsing pun ternyata sabun sereh ini cukup terkenal dan banyak khasiatnya, seperti mencegah flek-flek hitam, menghilangkan pegal dan linu, memutihkan kulit, mencegah gigitan nyamuk, dan banyak lagi manfaat dari sere karena sere mengandung anti bakteri alami. Saya dan Adrie langsung sreg membeli ini karena mengurangi PR kami beruda :D Sabun sere ini kemudian saya tempeli dengan stiker berlogo Neysa & Adrie.

Yang terakhir, sebetulnya untuk pelengkap saja, yaitu sisir kayu. Harganya nggak mahal, tapi enak banget dipakainya. Lagipula masih dekat dengan tema siraman kan? Hehe.

Barang-barang ini saya dapatkan di Thamrin City dan ITC Cempaka Mas. Semoga bisa jadi inspirasi souvenir siraman dan pengajian ya :)

Love,
Neysa

Comments

  1. Hi mba Nesya,
    Kalo boleh tau untuk yang sabun sereh dan sisirnya, beli dimana ya mba tempatnya, ITC Cempaka Mas/Tamcit?

    ReplyDelete
  2. Halo Mba,

    Sabun serehnya aku beli di Thamcit lantai dasar, tokonya di depan pintu ATM Center. Kalau sisirnya di toko souvenir di ITC Cempaka Mas lantai dasar void utara :)

    ReplyDelete
  3. Hai Mba Nesya, mau tanya souvenir sisir kayunya harganya brp per piece? Apakah ada minimum pembelian?
    Terima kasih banyak ya Mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah wedding day ? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang. Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan  dan  Istje Seserahan . Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality. Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement , ada banyak banget pilihan kotak seserahan. Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg

Wedding Venue: Sasana Kriya

Kata orang, hal pertama yang harus dilakukan dalam mempersiapkan pernikahan adalah booking gedungnya. Alasan pertama adalah cari gedung pernikahan di Jakarta memang susah, kurang lebih harus booking dari satu tahun sebelumnya. Kedua, setelah booking gedung, biasanya kita akan lebih terpacu untuk mempersiapkan kelengkapan lainnya, karena tanggal pernikahan  sudah fix . Pertama-tama saya, Adrie, dan keluarga mulai memperkirakan jumlah tamu yang akan diundang, estimasinya adalah 1200 undangan alias 2400 tamu. Huge , right ? Kenapa bisa segitu banyak? Selain karena memang kolega dari orang tua saya yang cukup banyak, teman-teman sekolah dan komunitas-komunitas yang saya ikuti, juga karena pihak calon suami saya memilih untuk tidak ngunduh mantu , sehingga jumlah undangan untuk pihak Adrie pun cukup banyak. Kami mendata gedung-gedung mana saja di Jakarta yang cukup representatif dan bisa memuat 2400 hingga 3000 tamu. Beberapa pilihan kami antara lain adalah Balai Samud

Lamaran Neysa & Adrie

Selamat tahun baru 2015!!! Lama tidak membuka blog ini. Beberapa hari belakangan baru terpikir, selain untuk mendokumentasikan persiapan ini itu, saya juga ingin berbagi kepada sesama bride-to-be mengenai my wedding preparations . Mungkin karena saya anak pertama, dan kakak-kakak sepupu saya jarak umurnya cukup jauh, kadang saya merasa clueless dalam menyiapkan pernikahan. Saya juga harus berusaha lebih dengan cari info, browsing , tanya sana sini :) Dan pengetahuan dan ilmu yang sudah saya dapat ini ingin saya share supaya nggak hilang dimakan waktu melalui blog ini. Post pertama di tahun 2015 ini adalah tentang acara lamaran saya dan Adrie yang diadakan pada tanggal 13 September 2014. The preparations ...  Marlene Hariman did my makeup   My DIY bridal robe bertuliskan "Bride-to-be" Kebaya warna mint yang udah lama tersimpan di lemari akhirnya kepakai juga :) Dikombinasi dengan sarung jumputan Palembang, tanah kelahiran Papa.