Skip to main content

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah wedding day? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.

Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.

Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.


Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.

Kebetulan weekend ini saya dan Adrie pulang ke Jogja. Kamu pun menyempatkan mencari kotak seserahan di sini. Akhirnya saya pun menemukan kotak yang sesuai selera dan bermanfaat untuk mengisi apartemen kami nanti :D


Kotak-kotak ini terbuat dari bahan rotan yang dianyam lalu dicat warna pastel. Suka banget ❤️❤️ Kami membeli 7 kotak dengan warna dan ukuran yang bermacam-macam, sesuai dengan seserahan yang akan diserahkan Adrie.


Comments

  1. hai mba neysa, boleh tahu posisi tokonya dimana ? karena saya juga suka dengan design kotak seserahannya.

    makasih ya..

    ReplyDelete
  2. Hai mba nesya, bileh tau kisaran harganya yg di toko kado kita? Terima kasih :)

    ReplyDelete
  3. Hai mba nesya, bileh tau kisaran harganya yg di toko kado kita? Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, seingetku 75-150ribuan Mba. Beda-beda tergantung model dan ukuran :)

      Delete
  4. Mbak..apakah bisa melayani pembelian scr online ?thanks

    ReplyDelete
  5. Mbak..apakah bisa melayani pembelian scr online ?thanks

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial