Skip to main content

Every Love Story is Beautiful, but Ours is My Favorite!

Hi all!

This is my first post. I finally decided to make this blog to capture my wedding preparations. Karena pengen nge-post di instagram atau Path kata orang masih pamali karena belum dilamar, while actually we have started our wedding preparations :)

I’m Neysa, 22 yo woman living in Jakarta, and my soon-to-be-husband, Adrie, 24 yo man living in Jogja. Yes, we are in a long distance relationship, and wish to be married soon and live in the same roof.

Firstly, I want to share how we both accidentally met.
He’s a long friend of mine. Actually back then in junior high school, we didn’t know each other really well.

After 7 years separated in our own lives, I believe it’s Allah’ big plan, sending His angels to guide him to find me. One day, he added me on Path. Randomly. Luckily I remember this big guy, this ‘it’ guy :P

After some efforts from giving comments on Path, asking my phone number, and having some awkward convos, on January 2013, we finally met again for the first time.
Days went by and I fell for him even deeper everyday. His phone calls, messages, surprises… I never ask for this, beyond my wishes and expectations. He’s surely the sweetest! I realized he’s the one I’ve been searching for. A figure that I fully respect, a tough leader, a great speaker, a humorous, and a kindest lover.

Maybe sometimes I’m anxious about the distance, 600 km that separates us, most of our times.

I miss him a lot. I miss him when something really good happens, because he’s the one I want to share it with. I need him when something is troubling me, because he’s the one who understands me most. I want him to be here when I laugh and cry, because I know that he’s the one that makes my laughter grow and my tears disappear. But whenever I start feeling sad because I miss him, I remind myself how lucky I am to have someone so special to miss…

He successfully convinced me that this sorrow is only temporarily, and will end soon. He helps me to be strong, and why wouldn’t we give it a try?



Insha Allah April 2015 <3

Comments

Popular posts from this blog

Makan Bubur di Usia 2 Tahun

Sudah beberapa kali, perjalanan kami menjadi penanda milestone tertentu. Kali ini soal makan Kiandra.


Tuntutan berat badan yang ngepas sejak lahir, membuat aku merasa terus-terusan dikejar target. Senin-Jumat makan nasi, roti, bihun, dll di sekolah lancar, tapi Sabtu & Minggu? Selalu dihantui Gerakan Tutup Mulut (GTM).


Kadang alam sudah memberikan tanda-tanda, tapi manusia yang nggak peka. Saat anak kita menolak, sebetulnya dia memberikan sinyal. Sayangnya sinyal itu nggak terbaca olehku. Entah udah berapa bulan aku ‘memaksa’ Kiandra makan bubur supaya cepat ditelan, nggak diemut, jadi aku bisa tenang karena ‘beban’ku kelar hari itu. Padahal dia bosen, pengen makan enak juga kayak mama dan papanya. ㅤㅤ Saat konsul ke klinik tumbuh kembang kemarin, aku juga menanyakan soal tekstur makan yang masih sering makan bubur di usia 2 tahun. Saat itu aku bilang ke dokter, "Anak saya masih makan bubur, belum bisa makan padat". Ternyata bukan anakku yang nggak mampu, tapi aku. Aku yang k…

Hunting Kotak Seserahan

Mencari kotak seserahan itu ternyata susah-susah-gampang. Salah satu pertimbangannya adalah: mau diapakan kotak-kotak itu setelah weddingday? Sejak itu saya mulai mencari inspirasi kotak seserahan yang tidak habis manis sepah dibuang.
Pertama, sempat terpikir untuk menyewa kotak seserahan dari jasa hias dan persewaan kotak seserahan. Beberapa yang terkenal di Jakarta antara lain House of Seserahan dan Istje Seserahan. Setelah tanya harganya, ternyata lumayan mahal juga ya. Jasa hias dan sewa kotak itu mulai dari Rp150.000 per kotaknya. Itupun kotaknya harus kita kembalikan setelah acara selesai. Tapi kualitas kotak seserahan yang disewakan biasanya memang premium quality.
Lalu saya pun mencoba hunting ke Pasar Mayestik. Di lantai basement, ada banyak banget pilihan kotak seserahan.

Harganya bervariasi banget, mulai dari yang very affordable sampai yang costly tergantung budget si calon pengantin. Tapi kemarin saya belum menemukan kotak seserahan yang sreg di hati hehehe.
Kebetulan we…

Yakin Tumbuh Kembang Si Kecil Sesuai Usianya? Cek Pakai Kalkulator Akal Fisik Sosial